Minggu, 9 Maret 2014
![]() |
| Sebelum berangkat, anak Labsky + buddy Spendel foto yey. |
![]() |
| Ini buddy gue, Ahmad dan dia nggak narsis. Yey gue dapet fotonya juga hehe... |
Saya terbangun pukul 5 pagi karena
azan shubuh yang sangat kencang menggetarkan dinding rumah. Setelah shalat
shubuh, saya bersantai menanti Ahmad yang masih tidur. Pukul 6 pagi, saya dan
Ahmad terbangun dan kita sarapan pagi. Kebetulan selama saya di sana, ibu
memasak kerupuk bawang dan saya khawatir bila memakan terlalu banyak nanti bisa
bau badan. Tetapi rasanya enak sekali.... Setelah makan, kami mandi dan bersiap
untuk berangkat ke sekolah karena pukul setengah 8 sudah harus di sekolah
karena jam 8 akan berangkat ke Bantimurung.
Pukul setengah 8, saya, Ahmad, dan
ibu Vadma berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki sejauh 5 menit. Terasa
seperti surga bagi orang Jakarta seperti saya yang biasa menempuh perjalanan ke
sekolah antara 15-45 menit padahal hanya 5 km. Sampai sekolah baru ada Saras,
Christabel, dan Hani serta buddy dan orangtua mereka. Maklum karena baru 2 hari
di Makassar, saya dan Ahmad masih saja canggung. Saya bertanya juga sama Ariq
setelah ia datang dan ternyata Ariq mengalami kecanggungan yang lebih parah
dari saya, menurut dia..
![]() |
| Yang mejeng itu Pak Haris. Nah kita udah sampe nih di pintu masuk Bantimurung. |
![]() |
| Air Terjun Bantimurung yang sangat elok. Konon kalo lagi hujan lebat di hulu, bisa naik airnya sampe kurang lebih 2 meter.... |
Jam keberangkatan ngaret hingga jam
9 kalau tidak salah karena bu Yoan dan pak Haris membeli nasi box untuk makan
siang di Bantimurung. Akhirnya kita berangkat dibagi dalam beberapa mobil .
Saya, Ahmad, Ariq, dan Fadhil yang notabenenya buddynya Ariq naik mobil Fadhil yang
disetir ayahnya Fadhil dan ada kakak sepupunya yang sangat ceria dan saya kira
sebagai ibunya Fadhil. Sepanyang perjalanan, saya terpana dengan pemandangan
alamnya dan saya sempat tertidur saat di tengah perjalanan.
“Akhirnya kita sampai
juga di BANTIMURUUNGGG..!!”-kakak
sepupu Fadhil
Di wahana Bantimurung ini yang
notabenenya adalah kerajaan kupu-kupu, kita masuk, lalu nyari tempat lesehan,
abis itu kita ke tepi sungai yang deket sama air terjunnya. Setelah beragam
ceplas ceplos, saya, Ariq, Hani, dan Saras memberanikan diri nyemplung ke air Bantimurung yang
supersejuk ini. MANA ADA KAYA BEGINI DI JAKARTA BROH... Arus air di sini cukup
deras lho. Kami berempat seneng banget. Kemudian, kami memberanikan diri
menyewa ban untuk berselancar dari atas ke bawah. Tapi tidak dari bagian
tertinggi air terjun yang bisa diyangkau turis. Kami dari tempat yang agak di
bawah karena kalau yang di atas arusnya sangat deras. Saya saja takut.
Saya pikir pasangan dalam ban itu
adalah saya-Ariq dan Saras-Hani. Ternyata bukan! Demi keamanan, satu ban itu
laki perempuan. Saya kebagian sama Hani karena Ariq nggak mau sama Hani yang
katanya panikan. Benar saja. Saya satu ban dengan Hani dan ada saja insidennya.
Mulai dari nabrak pengunjung lain, nabrak batu, dan lepas dari genggaman Pak
Haris pas di ujung arung jeram. Saya dan Hani sempat jadi pusat perhatian karena
seperti orang aneh naik ban berdua ke arah yang nggak jelas. Setelah dibantu
dorongan pengunjung lain, ban kami tiba di pinggir. Hal itu juga terulang saat
kami mencoba yang kedua kalinya. Bedanya, kalo yang ronde kedua kita keseret
sampe tempat piknik.
Saat akan memulai yang ketiga
kalinya, kami bertukar pasangan. Saya berpasangan dengan Saras. Hebatnya, kali
ini kami MULUS TANPA PUTUS sama sekali. Kami mengikuti arus hingga sampai di
tempat dekat kami akan makan siang. Yangan-yangan Hani banyak dosanya nih...
Ada loh foto-foto yang bisa dibilang ‘keren’ dibintangi Ariq dan Hani.. Ah
nanti sendok panas saya keluar lagi... ( sendok panas = gosip heboh yang tetap
awet berbulan-bulan ). Namun kami memilih sudahan dulu dan diminta makan siang
oleh bu Yoan. Makan siang saat itu sangat nggak terlupakan di mana kami ngobrol
panyang dan seru..
![]() |
| Ini difoto dari tempat kita lesehan, tapi bukan yang difoto itu lho-_-. |
Kemudian, kami berempat mandi dan
setelah bersih diri, kami shalat dulu dan berkunjung ke museum kupu-kupu. Hani
memegang ulat dan ditekan-tekan karena menurutnya itu kenyal-kenyal. Saya sih
jijik.. Kemudian, kami belanja oleh-oleh, terutama Ariq dan saat itu saya
secara ceplas-ceplos membongkar rahasia Saras-_-. Akhirnya kami pulang bersama
orangtuanya Fadhil dan tiba di rumah. Di rumah, sudah ada bu Vadma dan kakaknya
bu Vadma. Kakaknya bu Vadma juga seorang guru di SMP/SMA 6 dekat Lapangan
Karebosi. Kakaknya bu Vadma ini sangat humoris dan saya senang dengannya. Tak
lama, pamannya Ahmad datang. Pamannya Ahmad sangat terasa logat Makassarnya.
Pamannya Ahmad menawarkan saya menginap di rumahnya, tetapi saya menolak karena
masih baru tinggal di sini. Hari-hari menjelang malam berlangsung dan pukul
10-11 malam, saya tertidur.
![]() |
| Ekstremnya Ariq dan Saras dalam 1 ban. Dan itu kaya nyekek ya-_-. |
![]() |
| Gue sama Hani jadi santapan mata banyak orang... |







Comments
Post a Comment